Apa itu Ampere Volt Ohm

5 09 2009

1. Arus (AMPERE)

Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir tiap satuan waktu. Muatan listrik bisa mengalir melalui kabel atau penghantar listrik lainnya.

I = Q/T

Pada zaman dulu, Arus konvensional didefinisikan sebagai aliran muatan positif, sekalipun kita sekarang tahu bahwa arus listrik itu dihasilkan dari aliran elektron yang bermuatan negatif ke arah yang sebaliknya.

Satuan SI untuk arus listrik adalah ampere (A).

2. Hambatan (OHM)

Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik (misalnya resistor) dengan arus listrik yang melewatinya. Hambatan listrik dapat dirumuskan sebagai berikut:

R = V/I

atau

di mana V adalah tegangan dan I adalah arus.

Satuan SI untuk Hambatan adalah Ohm (R).

3. Tegangan (Volt)

Tegangan listrik (kadang disebut sebagai Voltase) adalah perbedaan potensi listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik, dinyatakan dalam satuan volt. Besaran ini mengukur energi potensial sebuah medan listrik untuk menyebabkan aliran listrik dalam sebuah konduktor listrik. Tergantung pada perbedaan potensi listrik satu tegangan listrik dapat dikatakan sebagai ekstra rendah, rendah, tinggi atau ekstra tinggi.

V= I .R

Satuan SI untuk Tegangan adalah volt (V).

4. Hukum OHm

Pada dasarnya sebuah rangkaian listrik terjadi ketika sebuah penghantar mampu dialiri electron bebas secara terus menerus. Aliran yang terus-menerus ini yang disebut dengan arus, dan sering juga disebut dengan aliran, sama halnya dengan air yang mengalir pada sebuah pipa.

Tenaga (the force) yang mendorong electron agar bisa mengalir dalam sebauh rangkaian dinamakan tegangan. Tegangan adalah sebenarnya nilai dari potensial energi antara dua titik. Ketika kita berbicara mengenai jumlah tegangan pada sebuah rangkaian, maka kita akan ditujukan pada berapa besar energi potensial yang ada untuk menggerakkan electron pada titik satu dengan titik yang lainnya. Tanpa kedua titik tersebut istilah dari tegangan tersebut tidak ada artinya.

Elektron bebas cenderung bergerak melewati konduktor dengan beberapa derajat pergesekan, atau bergerak berlawanan. Gerak berlawanan ini yang biasanya disebut dengan hambatan. Besarnya arus didalam rangkaian adalah jumlah dari energi yang ada untuk mendorong electron, dan juga jumlah dari hambatan dalam sebuah rangkaian untuk menghambat lajunya arus. Sama halnya dengan tegangan hambatan ada jumlah relative antara dua titik. Dalam hal ini, banyaknya tegangan dan hambatan sering digunakan untuk menyatakan antara atau melewati titik pada suatu titik.

Untuk menemukan arti dari ketetapan dari persamaan dalam rangkaian ini, kita perlu menentukan sebuah nilai layaknya kita menentukan nilai masa, isi, panjang dan bentuk lain dari persamaan fisika. Standard yang digunakan pada persamaan tersebut adalah arus listrik, tegangan ,dan hambatan.

Symbol yang digunakan adalah standar alphabet yang digunakan pada persamaan aljabar. Standar ini digunakan pada disiplin ilmu fisika dan teknik, dan dikenali secara internasional. Setiap unit ukuran ini dinamakan berdasarkan nama penemu listrik. Amp dari orang perancis Andre M. Ampere, volt dari seorang Italia Alessandro Volta, dan ohm dari orang german Georg Simon ohm.

Simbol matematika dari setiap satuan sebagai berikut “R” untuk resistance (Hambatan), V untuk voltage (tegangan), dan I untuk intensity (arus), standard symbol yang lain dari tegangan adalah E atau Electromotive force. Simbol V dan E dapat dipertukarkan untuk beberapa hal, walaupun beberapa tulisan menggunakan E untuk menandakan sebuah tegangan yang mengalir pada sebuah sumber ( seperti baterai dan generator) dan V bersifat lebih umum.

Salah satu dasar dalam perhitungan elektro, yang sering dibahas mengenai satuan couloumb, dimana ini adalah besarnya energi yang setara dengan electron pada keadaan tidak stabil. Satu couloumb setara dengan 6.250.000.000.000.000.000. electron. Symbolnya ditandai dengan Q dengan satuan couloumb. Ini yang menyebabkan electron mengalir, satu ampere sama dengan 1 couloumb dari electron melewati satu titik pada satu detik. Pada kasus ini, besarnya energi listrik yang bergerak melewati conductor (penghantar).

Sebelum kita mendefinisikan apa itu volt, kita harus mengetahui bagaimana mengukur sebuah satuan yang kita ketahui sebagai energi potensial. Satuan energi secara umum adalah joule dimana sama dengan besarnya work (usaha) yang ditimbulkan dari gaya sebesar 1 newton yang digunakan untuk bergerak sejauh 1 meter (dalam satu arah). Dalam british unit, ini sama halnya dengan kurang dari ¾ pound dari gaya yang dikeluarkan sejauh 1 foot. Masukkan ini dalam suatu persamaan, sama halnya dengan I joule energi yang digunakan untuk mengangkat berat ¾ pound setinggi 1 kaki dari tanah, atau menjatuhkan sesuatu dengan jarak 1 kaki menggunakan parallel pulling dengan ¾ pound. Maka kesimplannya, 1 volt sama dengan 1 joule energi potensial per 1 couloumb. Maka 9 volt baterai akan melepaskan energi sebesar 9 joule dalam setiap couloum dari electron yang bergerak pada sebuah rangkian.

Satuan dan symbol dari satuan elektro ini menjadi sangat penting diketahui ketika kita mengeksplorasi hubungan antara mereka dalam sebuah rangkaian. Yang pertama dan mungkin yang sangat penting hubungan antara tegangan, arus dan hambatan ini disebut hokum ohm. Ditemukan oleh Georg Simon Ohm dan dipublikasikannya pada sebuah paper pada tahun 1827, The Galvanic Circuit Investigated Mathematically. Prinsip ohm ini adalah besarnya arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar metal pada rangkaian, ohm menemukan sebuah persamaan yang simple, menjelaskan bagaimana hubungan antara tegangan, arus, dan hambatan yang saling berhubungan.

HUKUM OHM

E = I R

I = E / R

R = I / E

Kesimpulan :

* Tegangan dinyatakan dengan nilai volts disimbolkan dengan E atau V.

* Arus dinyatakan dengan amps, dan diberi symbol I

* Hambatan dinyatakan dengan ohms diberi symbol R

Hukum Ohm: E = IR ; I = E/R ; R = E/I

Besarnya daya pada suatu rangkaian dapat di hitung dengan :

P = V . I atau P = I2 . R atau P = V2/ R

Dimana :

P : daya, dalam satuan watt

V : tegangan dalam satuan volt

I : arus dalam satuan ampere

Contoh Soal Latihan:

Sebuah bangunan rumah tangga memakai lampu dengan tegangan pada instalansi lampu rumah tangga tersebut adalah 220 Volt, dan arus yang mengalir pada lampu tersebut adalah 10 ampere, berapakah hambatan pada lampu tersebut, hitunglah?

JAWAB :

dik :

V = 220 Volt

I = 10 Amper

Dit : hambatan…………….?

JAWAB

R = V/R

R = 220/10 = 22 ohm

Jadi hambatan yang mengalir adalah 22 ohm

Contoh Soal Latihan:

Didalam suatu rumah tinggal, terpasang sebuah lampu dengan tegangan 220 Volt, setelah di ukur dengan amper meter arusnya adalah 2 ampere, hitunglah daya yang di serap lampu tersebut ?

JAWAB :

dik :

V = 220 Volt

I = 2 Amper

Dit : Daya…………….?

JAWAB

P = V.I

P = 220. 2 = 440 Watt

SUMBER ARTIKEL : http://taghyr.wordpress.com

About these ads

Aksi

Information

15 responses

27 11 2009
ludianto

thanks bro,tmbah ilmu nih.bisa lbh lengkap dong,thanks

4 12 2009
anton182

artikelnya bagus banget i love u fulllllll

10 06 2010
prikitiuw

good’s but i want this explanation ingris

10 06 2010
kulilampu

Your welcome….exactly I want to translate it, in to ingris or engres, or maybe inggris, maybe enggris….(sorry just jokes)
You cand find out here in http://www.translate.google.com or may to wikipedia. I think, thats enough to explain your confused….
Best regards..

kulilampu…

10 11 2011
momon

pak, mengingatkan…tegangan itu bukan watt..tapi volt
mohon perbaikannya agar tidak sesat dan menyesatkan
daya = (watt)
tegangan = (volt) :)

2 01 2012
kulilampu

terimakasih…..dengan ini menjadi revisi bagi saya….terimakasih

24 09 2012
ali

thanks bro. ijin copi artikelnya

7 11 2012
kulilampu

Monggo mas….silahkan di kopi….

9 11 2012
MR.FZ

mrfz
mohon maaf sblm.a gan
rumus untuk menycari hambatanya keliru… mohon di benarkan :)
seharusnya
R=V/I

9 11 2012
MR.FZ

DAN JUGA BRAPA WATT YG DI PERLUKAN LAMPU?!

9 11 2012
MR.FZ

JANGAN DUNG ASAL NGASIH HAMBATAN NTR LAMPUNYA GAK NYALA LAGI. HIHIHIIHIHII :P

30 01 2013
LONG

izin dikopi ya mas bro…buat pembelajaran dan pengetahuan mengenai kelistrikan

18 04 2013
Refi /enyeng

Terimakasih narasumber yg telah memberikan keterangan,
tntng pengertian: amper, volt, ohm dan wat.
Saya bisa memahami apa yg d jelaskan d atas.. Tanx’s

9 05 2013
Wira Haryatama

selamat malam mas. artikelnya sangat menarik sekali.. kebetulan saya sedang ada project untuk pembuatan neon box menggunakan battery. Terus terang saya buta sekali dengan dunia elektro tapi berhubung ada project yg mengharuskan untuk mengerti tentang elektro maka dari itu saya ingin bertanya dengan mas kulilampu, jadi begini mas, saya menggunakan aki 12 v 40 ampere sebagai sumber listrik untuk neon box, sedangkan dalam neon box tersebut terdapat 4 buah led dengan daya masing2 1 watt dan sebuah dinamo dc dengan daya 0,05 Ampere. Pertanyaan saya, berapa lama lampu led dan dinamo tersebut bisa terus hidup? dan jika berkenan bisakah tolong dijelaskan bagaimana cara menghitung nya, terimakasih banyak atas perhatiannya, jika berkenan tolong di beri penjelaskan.. :))

25 07 2013
kholis

bagus dan sangat membantu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: